Warung Zaman Now Part 4 – Adaptasi dan Inovasi

Warung Zaman Now Part 4 – Adaptasi dan Inovasi

November 11, 2018 1 By Andre Seth

“Perubahan akan terus terjadi, suka atau tidak suka”

Di era modern ini tidak dapat dipungkiri, warung semakin kalah bersaing. Hanya yang bermodal besar saja yang bisa bertahan. Itupun kalau tanpa disertai dengan manajemen yang bagus juga akan segera tenggelam. Salah satu usaha rakyat inipun harus tergerus perkembangan zaman. Apakah warung akan hilang? Lenyap di telan zaman? Ah saya rasa tidak. Masih belum terlambat untuk memperbaiki semuanya dan memulai lagi dengan cara-cara yang berbeda. Hanya dengan beradaptasi, warung akan eksis kembali. Bukan hanya sarana jual beli, namun juga sebagai “tempat nongkrong” masyarakat.

Hanya dengan edukasi, warung akan bertahan. Penerapan manajemen yang baik, inovasi produk, dan penerapan ide kreatif dalam penataan tempat. Dengan itu semua, warung akan seperti terlahir kembali.

Manajemen dan penerapan prinsip akuntansi adalah pondasi utama dari kesuksesan warung. Dengan cara ini akan membuat warung terhindar dari yang dinamakan “KASBON” . Kasbon menjadi salah satu penyebab generasi sekarang takut untuk membuka warung. Selalu timbul pertanyaan, bagaimana cara menagihnya? seharusnya warung dapat menerapkan prinsip “Cash and Carry” namun yang sering terjadi di lapangan adalah “Barange Cash Mbayare Carry” ini sangat menyiksa para pemilik warung, membuat cashflow tidak lancar, dan seringkali menimbulkan konflik antar tetangga.

Kemudian inovasi produk, tidak ada pedoman baku barang yang dijual di warung. Selama masih bisa diterima di masyarakat dan mereka mau membelinya, kenapa tidak dicoba? Sekarang kan sudah banyak ditemukan warung yang sekalian jualan es jus, makanan kecil, bahkan nasi bungkus. Ya, semua itu adalah inovasi. Hanya terkadang dilakukan secara asal-asalan dengan prinsip “Sing penting dodol” nah ini yang sering membuat usaha bukannya berkembang, tapi bangkrut secara otomatis.

Coba bayangkan sebuah warung, di lingkungan kampung kita. Yang jualannya rapi dan unik, tata cahaya nya terang, pelayanannya ramah, enak, kalau belanja dalam jumlah banyak bisa di antar ke rumah, cara pembayaran fleksibel, bisa request barang yang kita butuhkan, dan dalam keadaan mendesak bisa buka kapanpun alias 24jam pakai sistem ketok pintu. Wow, jika banyak warung-warung demikian di lingkungan kampung kita, saya yakin warung akan kembali eksis di masyarakat. Penerapan ide kreatif ini akan sangat membantu warung untuk bersaing dengan para pemodal besar yang selama ini menguasai pasar.

Saya sebagai generasi 80an berharap warung akan kembali. Sehingga, kalau saya butuh sesuatu tidak harus pergi ke minimarket. Karena kita tau sendiri, kalau anak sudah ikut ke minimarket, biaya yang dikeluarkan akan naik 200% atau anak nangis, you knowlah kenapa si joyjoy yang kind itu. Ekonomi kerakyatan harus bangkit agar masyarakat kecil bisa naik level, dan hidup dengan lebih layak.

Komentar Seko Facebook