Hemat Listrik Kurangi Pemanasan Global

Hemat Listrik Kurangi Pemanasan Global

February 21, 2019 0 By Andre Seth

Pernah dengar ibu kamu ngomel kalau lampu kamar lupa dimatikan, atau ketika kamu lupa tidak mematikan keran air kamar mandi? Yup, ibu kamu sedang mendidikmu untuk hidup dengan hemat dan efisien.

Namun sayangnya kita seringkali menganggap itu remeh dan kurang berfaedah. “Kan cuma lampu beberapa biji saja kenapa harus dipermasalahkan. Toh kita masih sanggup bayar listriknya.” Iya, coba saja pakai argumen itu di depan ibu kamu, kalau ingin telinga kamu panas.

Menghemat listrik bukan hanya masalah tagihan saja. Namun ada efek dibelakangnya yang masih jarang masyarakat yang kurang peduli akan hal ini. Karena dibalik menghemat listrik itu, kita bisa mengurangi dampak pemanasan global. Wow, koq bisa sampai segitunya? Tentu bisa. Dengan menghemat listrik kita secara otomatis mengurangi beban listrik yang harus dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga fosil yang ada di indonesia yang menurut kementrian ESDM pada tahun 2017 tercatat sebanyak 87,85% dari total pembangkit listrik yang ada, ini artinya energi yang kita pakai sehari-hari didapatkan dengan cara membakar batubara dengan dampaknya yaitu pemanasan global. Jadi intinya, bukan hemat energi pln rugi. Tapi hemat energi untuk indonesia yang lebih adem.

Selain itu, dengan menghemat energi. Pemerintah kita dapat berfokus pada pembangunan infrastruktur untuk pembangkit energi terbarukan. Yang energinya didapat dari sumber energi yang lebih bersih dan lebih ramah lingkungan. Dengan semakin bertambahnya pelanggan listrik di indonesia maka beban listrik yang harus dihasilkan pun pasti bertambah. Mau tidak mau pemerintah diharuskan membangun pembangkit energi yang lebih murah yaitu batubara dan minyak bumi. Dan semakin banyak pula kita menyumbang dampak pemanasan global di negeri kita sendiri.

Kamu masih ragu untuk menghemat energi? Coba keluar di siang hari dan rasakan dampaknya jika kita tidak bergerak mulai dari sekarang.

Komentar Seko Facebook