Ke Enam – Bagian 4 – Tentang Tika

Ke Enam – Bagian 4 – Tentang Tika

March 31, 2019 0 By Andre Seth

“Gimana Tika anak saya dok?” tanya seorang bapak yang mengkhawatirkan anak semata wayangnya yang menjadi korban tabrak lari.

“Aduh nduk, kamu seminggu lagi menikah kenapa malah terjadi seperti ini?” tambahnya sembari menahan tangis kecewanya

Pak Taufan namanya, ayah dari Wisnu Martika yang biasa dipanggil Tika di lingkungan tempat tinggalnya. Dia adalah anak semata wayang dari pasangan Pak Taufan dan Ibu Sari. Rencananya dia akan menikah dengan laki-laki yang sangat dicintainya bernama Akmal.

Tika bekerja di PT. Armada Sukses Andalan sebuah perusahaan ekspedisi yang sedang berkembang pesat. Dengan semangat dan kemampuannya dia mampu melampaui rekan-rekannya dan menduduki jabatan sebagai Staff Direktur di Kantor Pusat.

Namun semua itu bukan tanpa halangan. Kecantikan dan tubuhnya yang menarik menyebabkan banyak rekan kerjanya iri dan menaruh rasa curiga akan jenjang karir yang diraihnya. Menurut mereka pasti Tika menggunakan jalan belakang untuk bisa meraih posisinya yang sekarang.

Sebenarnya, situasi di tempat kerjanya cukup aman karena selain salah satu rekan kerjanya adalah Akmal. Pria yang sangat dia cintai dan kagumi. Pria yang selalu melindunginya dari pengaruh dan godaan para atasan yang seringkali mengganggunya. Dan ada pula Pak Joseph Subroto, Kepala Staff Direktur Operasional di perusahaannya. Pak Joseph juga selalu membimbing Tika untuk selalu fokus dan semangat dalam segala pekerjaan yang dilaluinya.

Sampai suatu saat ketika Akmal mendapat kabar bahwa adiknya mengalami kecelakaan. Akmal terpaksa harus pulang lebih awal, padahal masih ada tugas yaitu menyerahkan Draft Laporan Budget Perusahaan ke pak Doni setelah mendapatkan approval dari pak Joseph. Dan dengan terpaksa Akmal meminta Tika untuk mengirim draftnya lewat email ke Pak Doni Subroto, Direktur Operasional.

Sebelum diberikan ke pak Joseph untuk diperiksa, Tika pun berinisiatif untuk mengecek ulang laporan tersebut. Akmal patut bangga mempunyai pasangan yang teliti serta cerdas.

Melihat Akmal pulang, salah satu rekan mereka bernama Rico terlihat menelpon seseorang dan berkata “Akmal sudah pulang bos, bagaimana selanjutnya?”

“Ambil hp nya Tika dan serahkan ke Trisno bagian IT, semua sudah kuatur.” kata seseorang dari dalam telepon Rico

Melihat hp itu selalu ada di atas meja kerjanya. Rico mulai berpikir bagaimana untuk membuatnya pergi sebentar sehingga dia bisa mengambil hp itu. Mengetahui bahwa tugas pokok Tika adalah mengatur berkas-berkas agar rapi dan mudah ditemukan. Rico diam-diam mengacak-acak berkas – berkas kontrak perusahaan. Setelah itu diapun berlari ke Tika dan berkata “Tik, kamu beresin berkas di lemari gih? kacau banget file nya dan besok siang berkasnya akan dipakai pak Joseph untuk presentasi di depan Direktur Utama.”

“Iya pak Rico, nanti saya bereskan.” jawab Tika sembari fokus dengan tugas yang diberikan Akmal.

“Harus sekarang Tik, ini jobdesk dan pekerjaan prioritas yang wajib kamu utamakan.” Kata Rico mempertegas perintahnya.

Mendengar kata-kata Rico, Tika pun segera beranjak dan bergegas merapikan berkas yang merupakan tugas utamanya itu. Bagaimanapun dia juga tidak mau pak Joseph mengalami masalah gara-gara dia lalai melakukan pekerjaannya.

Tika segera pergi ke arah lemari berkas kontrak -kontrak perusahaan dan meninggalkan hpnya di atas meja. Melihat kesempatan ini, Rico pun segera mengambilnya lalu berjalan keluar ruangan menuju ruang departmen IT.

“Tris, ini hp nya Tika, bos sudah bilang kan?” tanya Rico memastikan ke Trisno.

“Beres, tunggu sebentar. Tidak akan memakan waktu lama koq.” kata Trisno seraya menghubungkan hp Tika dan laptopnya.

Tidak memakan waktu lama, hp Tika sudah berhasil diretas oleh Trisno sehingga kunci keamanannya terbuka.

“Nih, sudah beres.” ucap Trisno sambil memberikan hpnya ke Rico

“Good Job, aku tinggal dulu ya.” sahut Rico seraya berjalan keluar ruang departemen IT

Melihat senyuman aneh dari Rico, Trisno merasa penasaran mau diapakan hp Tika oleh Rico. Trisno tidak berani memikirkan lebih jauh karena dia hanyalah karyawan kontrak biasa yang bulan depan akan habis masa kontraknya. Yang dia tau adalah dia tidak bisa sembarangan menolak perintah atasannya kali ini.

Rico segera pergi ke area parkir dan memasuki mobilnya. Diapun menelepon seseorang untuk menanyakan langkah selanjutnya.

“Pak, hp Tika sudah di tangan saya, lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya?” tanya Rico

“Copy paste saja sms yang aku kirimkan, lalu kirim ke nomornya Akmal.” jawab seseorang yang ditelepon Rico

“Ok siap bos.” jawab Rico tanpa berpikir panjang.

Sms sudah masuk ke hp nya Tika dan Rico pun meneruskannya ke Akmal agar seolah-olah Tikalah yang mengirim pesan ke Akmal.

“Mas Akmal, aku tau pernikahan kita tinggal satu minggu lagi. Tapi aku masih ragu mas. Apakah kamu bisa buatku nyaman? Buatku berkecukupan? Aku WANITA mas, tidak cuma butuh CINTA. Aku butuh materi mas. Melihatmu masih menanggung hidup kedua adik dan ayah ibumu, aku tidak yakin kamu mampu menanggungku juga. Aku rasa kita harus memikirkannya lagi. Dan untuk sekarang, tolong jangan ganggu hidupku dulu.” Rico kemudian mengirimkan pesan teks tersebut ke Akmal. Setelah ada konfirmasi pesan teks diterima oleh Akmal, Rico segera mematikan hp tersebut.

Tiba-tiba dari arah kantor, Tika turun dengan tergesa-gesa dan tampak bingung.

Rico segera menghampirinya dan berkata “Ada apa tik?”

“Pak Doni meminta draft laporan ini dikirimkan langsung ke rumahnya. Dan aku tidak tau rumah pak Doni.” jawabnya panik

“Ayo ikut aku, kuantarkan ke rumah Pak Doni.” balas Rico menawarkan diri untuk mengantarkannya.

“Tunggu sebentar, sepertinya hp ku tertinggal di atas meja.” jawab Tika teringat hp nya masih di dalam kantor.

“Sudah nanti saja diambil setelah kita kirim Laporan ke rumah pak Doni, toh juga kantor kan dijaga security, pasti aman.” ucap Rico menenangkan Tika.

“Ya sudah, tapi cepat ya.” balas Tika seraya membuka pintu mobil Rico.

“Loh, duduk di depan saja.” kata Rico meminta Tika untuk duduk bersamanya di depan.

“Tidak usah, aku tidak mau mas Akmal nanti salah paham.” jawab Tika sembari masuk ke mobil dan duduk di belakang Rico.

Ricopun tersenyum sinis dan segera menjalankan mobilnya. Dalam hati Rico berkata “Sampai kapan kamu mau sok suci Tika.”

Kemacetan di jalan membuat waktu tempuh ke rumah pak Doni menjadi agak lama. Tika berangkat dari kantor tadi sekitar jam tiga sore dan akhirnya mereka sampai di depan rumah pak Doni sekitar jam setengah tujuh malam.

Sampai di depan gerbang rumah pak Doni. Gerbang pun terbuka sendiri karena sistem gerbang otomatis. Dan mobil Rico pun memasuki halaman rumah Pak Doni. Tika pun segera membuka pintu mobil dan langsung mencari pak Doni untuk memberikan flash disk berisi laporan yang pak Doni minta. Tidak ada satupun kecurigaan saat itu karena pak Doni adalah saudara dari pak Joseph, orang yang selama ini selalu baik padanya.

Pintu rumahpun terbuka dan seorang pria berbadan besar keluar dari pintu itu.

“Silahkan masuk Pak Rico dan Bu Tika, Bos sudah menunggu.” kata pria itu.

“Yuk Tik, kita segera masuk, ga enak membuat pak Doni menunggu kelamaan.” tambah Rico mengajak Tika masuk ke rumah pak Doni.

Tikapun mengangguk dan memasuki rumah itu. Melihat gelagat pria itu, Tika merasa ada perasaan yang tidak enak. Namun yang ada dalam pikirannya sekarang adalah memberikan flash disk dan segera pulang.

Begitu Tika dan Rico memasuki ruang tamu. Pria itu langsung menyekap Tika dan menyeretnya ke sebuah ruangan. Melihat hal itu Rico pun sedikit kaget.

“Bangsat… lepasin aku!” teriak Tika ke pria itu.

Pria itu hanya terdiam dan terus menyeretnya ke dalam sebuah ruangan. Di ruangan itu, Tika melihat pak Doni sedang duduk diatas ranjang berukuran besar dan hanya mengenakan Bath Robe.

“Dudukkan di kursi dan ikat dia, kamu juga bantu dia Rico.” kata pak Doni memerintah pria itu dan Rico.

“Bangsat, lepasin saya atau saya teriak sekencang-kencangnya” ancam Tika

“Tika mau diapakan pak?” tanya Rico seperti tidak percaya dengan tindakan pak Doni.

Teriakan Tika sepertinya tidak membuat mereka ragu. Sepertinya mereka sudah mempersiapkan ini sebelumnya.

“Sudah, kamu ikuti saja permainan saya.” jawab Pak Doni ke Rico sembari berjalan ke arah meja disamping Tika yang saat ini mulai diikat.

Pak Doni membuka sebuah kotak kayu berukuran sedang. Di dalamnya sudah ada jarum suntik berisikan cairan narkoba. Siap untuk mengalir ke aliran darah Tika.

“Kita buat dia fly dulu, baru kita mainkan.” kata pak Doni ke Rico sembari tertawa.

Perlahan jarum suntik mulai memasuki lapisan kulit Tika. Dia tidak bisa berontak sedikitpun karena disekap oleh dua orang pria , dan salah satunya memiliki postur tinggi besar. Tikapun hanya bisa pasrah dan menangisi nasibnya.

Setelah itupun dia merasa kosong, dan tidak mengingat apapun. Jiwanya serasa tertekan dengan beban yang sangat besar. Amarah, tangis, kecewa, semua bercampur menjadi satu. Hanya tersisa kebencian terhadap ketiga orang yang ada di sekelilingnya.

Sementara itu, Akmal mencoba menelpon kantor mencari kabar tentang Tika yang tiba-tiba mengirim pesan bernada aneh itu. Namun tidak ada yang mengangkat telepon tersebut. Hpnya juga tidak bisa dihubungi. Akmal merasa ada yang janggal. Dan tiba-tiba ada perasaan tidak enak mengganjal di hatinya.

Ketika Tika menceritakan tragedinya kepada Roni dan Nyi Ratih. Tiba-tiba muncul aura berwarna merah dan hitam di sekelilingnya. Dan Tikapun mulai tersenyum jahat kepada Roni. Melihat itu Nyi Ratih segera melompat dan memukul mundur wanita yang sedang dikuasai amarah itu.

“Kendalikan amarahmu Tika!” kata Nyi Ratih kepadanya

Karena pukulan dari Nyi Ratih Tikapun mulai tersadar, pria di depannya ini bukanlah Rico maupun pak Doni yang telah merampas kehormatannya dan menyebabkan dia meninggal. Namun, hanya dengan bantuan pria ini dia bisa menjelaskan apa yang terjadi kepada Akmal yang sampai saat ini masih tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dengannya.

“Maafkan aku Nyi, maaf.” jawab Tika sembari berlutut di hadapan Nyi Ratih.

“Lalu apa yang membuatmu sampai mati seperti ini?” tanya Roni masih penasaran dengan cerita Tika

“Aku mati di rumah sakit ini mas Roni, setelah sekarat karena mobil menyekapku mengalami kecelakaan.” jawab Tika

“Apa maksudmu dengan mobil yang kecelakaan?” tanya Roni lebih jauh

Tika lalu melanjutkan ceritanya.

Setelah dia dilecehkan dan diperkosa di rumah itu. Pak Doni memerintahkan asistennya untuk membawa Tika yang sedang pingsan ke hotel tempat pak Joseph beristirahat setelah bertengkar dengan istrinya dan menerima tawaran pak Doni untuk menenangkan pikirannya sementara di Hotel miliknya.

Pak Doni sudah memikirkan semuanya dengan rapi dan semua kecurigaan akan tertuju ke Pak Joseph.

Sesampainya di Hotel, pria itu memasukkan Tika ke dalam bagasi belakang mobil pak Joseph lalu menyumpal mulutnya dengan plester tebal sehingga dia tidak akan bisa teriak kalau dia tersadar nantinya. Setelah melakukan hal yang diperintahkan oleh pak Doni, pria ini menelepon pak Doni.

“Bos, semua sudah siap.” kata pria itu.

“Ok, akan ku telepon bajingan yang sering menggangguku itu.” balas pak Doni dengan ucapan penuh dendam.

“Jo, ini aku Doni, aku ada di Rumah Sakit Fahrenheit, Marsha anakmu mengalami kecelakaan dan kondisinya parah.” ucap pak Doni sambil berakting seolah-olah dia sedih.

Mendengar berita itu, pak Joseph panik dan segera berlari ke mobilnya. Pak Joseph pun segera mengemudikan mobilnya ke arah Rumah Sakit Fahrenheit. Sekitar 25 km jauhnya dari Hotel tempatnya istirahat sekarang. Dalam perjalanannya, mobil pak Joseph diikuti oleh pria suruhan pak Doni. Sampai akhirnya mobil pak Joseph ditabrak dan kehilangan kendali dan mengalami kecelakaan di jalan tol.

Beruntung, pak Joseph masih dapat merangkak keluar dengan selamat. Kecelakaan itu menarik perhatian para pengguna jalan tol dan sebagian dari mereka menepikan mobilnya dan membantu pak Joseph.

Mobil pria suruhan pak Doni itupun segera menghilang dalam kegelapan malam itu. Dan salah satu orang yang menolong pak Joseph kaget dan berkata “Pak ada tubuh wanita di dalam bagasi mobil”

Salah satu pria itu mengecek tanda-tanda vital di tubuh Tika.

“Orang ini masih hidup, ayo kita segera bawa wanita ini dan pria itu ke rumah sakit dan pastikan pria ini tidak kabur.” kata salah satu orang yang menolong pak Joseph.

Setelah tiba di Rumah Sakit, Tika langsung dilarikan ke IGD. Pak Joseph pun penasaran siapa wanita yang bersembunyi di dalam bagasi mobilnya itu. Mengetahui itu Tika anak buahnya sendiri. Pak Joseph segera memberi kabar Akmal dan memintanya segera ke Rumah Sakit. Pak Joseph teringat berita tentang Marsha dan mencoba menghubungi istrinya.

“Mi, Kakak gimana kondisinya? Apa kecelakaannya parah?” tanya pak Joseph ke istrinya.

“Marsha tidak apa-apa koq pi, ini dia baru selesai makan malam di rumah.” jawab istrinya

Sontak hal itu membuat pak Joseph kaget. Pak Joseph ingat bahwa Doni saudaranya yang memberi tahu kalau Marsha kecelakaan. Diapun curiga kalau kejadian dengan Tika juga ada hubungannya dengan Doni.

Akmal datang bersama keluarganya Tika. Dan Akmalpun bertanya kepada orang-orang yang membawa Tika tentang apa yang terjadi. Tentu saja mereka menuduh pak Joseph sebagai pelakunya. Marah dan kecewa tidak membuat Akmal gelap mata, fokusnya sekarang adalah menemani Tika. Dan dalam genggamannya Tika menghembuskan nafas terakhir.

Sempurna sudah rencana pak Doni, sekarang semua masalah selesai dan pak Joseph menjadi kambing hitamnya. Pak Donipun menghembuskan rumor di dalam perusahaan bahwa selama ini Tika adalah wanita simpanan pak Joseph dan malam itu Tika menemani pak Joseph di Hotel. Dan ketika pak Joseph sudah bosan Tikapun hendak disingkirkan.

Setelah kejadian tersebut reputasi pak Joseph jatuh dan membuatnya terpaksa mengundurkan diri dari perusahaan tempat dia mengabdi puluhan tahun. Walaupun secara hukum tidak bisa membuktikan dia bersalah. Namun hukuman sosial dari orang-orang di sekelilingnya yang terkena hasutan rumor yang dihembuskan pak Doni sungguh menekan mental pak Joseph.

Direktur utama yang merupakan sahabat dari ayah pak Joseph pun tidak bisa melakukan apa-apa. Kini hanya istri dan anaknya saja yang masih menyimpan rasa kasihan terhadap pak Joseph. Mereka tetap setia menemani pak Joseph walaupun lingkungan di sekitarnya sudah tidak mempercayainya.

Cerita Tika pun terhenti. Aura sedih dan kelam dari diri Tika dirasakan oleh Roni. Tragedi ini sungguh sangat biadab. Dan kejahatan ini harus segera terbongkar. Selain agar Tika mendapatkan ketenangan, juga semua masalah akan bertemu dengan titik terangnya. Roni jadi teringat tentang Joseph Subroto. Bukankah dia adalah Manajer di perusahaan tempat Roni bekerja. Ronipun berpikir keras tentang bagaimana dia bisa membantu Tika mengungkapkan kejahatan yang rapi dari pria yang disebut dengan Doni.

Komentar Seko Facebook