Warung Zaman Now Part 1 – Kala Itu

Warung Zaman Now Part 1 – Kala Itu

November 5, 2018 3 By Andre Seth

“Bu belii…. “, kalimat yang sering kita ucapkan ketika mau beli sesuatu di warung tetangga. Kalimat ini membangkitkan memori penulis secara pribadi. Kala itu, semua yang kita butuhkan disediakan warung tetangga. Mulai dari permen cokor, krip-krip, sampe petasan banting. Dialog keakraban antar tetanggapun terjalin dengan adanya warung. Kadang, ini nih yang paling membuat para suami jengkel. Kalau istri sudah pamit belanja ke warung, bisa menghabiskan waktu berjam – jam padahal cuma di rumah tetangga. Pada waktu itu warung juga sebagai media sosial warga. Tempat untuk berbagi informasi, mulai dari kapan ada beras murah sampai isu istri barunya pak RT.

Memori tentang warung memang tak akan pernah pudar, siapa sih yang tidak pernah hutang di warung gara-gara uang yang dibawain emak kurang? atau dengan semangat juang 45 rela ke warung yang jauh cuma untuk melihat anak yang punya warung yang cantik, bahkan berhenti depan warung karena tertarik barang yang dijual, tapi ketika melihat isi kantong, cuma tersisa uang koin pecahan 50an ? Nyesek bukan?

Warung kala itu, tidak akan pernah pudar di ingatan. Suatu kearifan lokal, dimana tidak hanya transaksi jual beli disana, namun juga interaksi sosial baik antara pemilik modal dengan konsumen, maupun konsumen ke konsumen.

“Bu, sisanya nanti ya, uang yang dibawain emak kurang”

Komentar Seko Facebook